er

Rabu, 24 September 2014

Puasa Arafah


Setiap tanggal 9 zulhijah, jamaah haji melakukan wukuf atau berdiam/bermukim sementara di padang Arafah. Sesuai dengan hadits Rasulullah saw, bagi yang tidak berhaji disunahkan untuk berpuasa arafah. Sepintas sunah ini terasa simple, tetapi yang tidak mengerti ini membuat bingung. Terutama kapan seharusnya melaksanakan puasa arafah tersebut.

Saya sering mendengar ada orang-orang yang berpuasa “nge-pas-kan” dengan waktu arafah. Jadi banyak yang berpuasa hari senin 15 november 2010 ini beralasan karena di arafah sana orang melakukan hari senin. Bagi saya, jika ini alasannya berpuasa hari senin jelas membingungkan. Kenapa? karena alasannya baseless, tidak pas, baik sesuai hadits-hadits maupun secara penjelasan ilmiah.

Yang harus ditanya kembali kepada orang tersebut adalah: definisi “mem-pas-kan” puasa arafah itu maksudnya apa? Kalau maksudnya “mbarengi”(jam-nya orang wukuf)  jelas tidak tepat.  Jam 6 pagi (mulai wukuf) di arafah belum tentu juga 6 pagi di belahan dunia yang lain.  Hanya daerah yang berada di sekitar Mekkah lah (yang berada di time-zone yang sama) yang bisa pas melaksanakan puasa “mbarengi” orang wukuf. Sedangkan di belahan dunia lain misalkan Jakarta, jika puasanya tanggal 15 november dia malah mendahului 4 jam. Jadi orang belum wukuf, orang Jakarta sudah puasa duluan :) Atau kalau mau lebih jauh lagi, kota di kota Honolulu (Hawaii- USA), jam 6 pagi waktu Arafah itu mendekati maghrib waktu Honolulu dan jam 4 sore waktu arafah (bubaran wukuf) ternyata belum waktu subuh di Honolulu. Tidak mungkin kan puasa malam-malam :-) Jadi definisi “mbarengi” orang wukuf tidak bisa dijadikan alasan/hujah untuk berpuasa tanggal 15 november. Sama absurdnya berkata: Saya mau sholat subuh (di jakarta) ketika waktu subuh tiba di Mekkah… hehehe…

Kalau orang itu “mem-pas-kan” puasa arafah itu maksudnya adalah menyamakan hari di Mekkah dan Jakarta berdasarkan tanggalan masehi juga bagi saya tidak tepat. Misalkan, karena wukuf dilaksanakan hari senin 15 November, maka saya juga akan puasa arafah 15 November di Jakarta. Di mana tidak tepatnya? Karena orang tersebut menyamakan hari wukuf dengan tanggalan masehi (gregorian) sedangkan tanggalan islam adalah lunar-based (berdasarkan bulan). Tanggal 9 julhijah di Arafah/Mekkah hari senin, BELUM TENTU di jakarta juga hari senin.

Penentuan tanggal 1 bagi kalender islam itu sangat krusial. Penting karena akan menjadi patokan untuk mengakhiri bulan sebelumnya dan menjadi patokan tanggal 1 bulan berikutnya. Berbeda dengan tanggalan masehi yang menghitung hari baru pada jam 00:00 am, kalender islam menentukan pergantian di waktu ashar. Jadi misalkan bulan baru (new moon) terlihat pada suatu petang, maka tanggal 1 dimulai dari waktu ashar (beberapa nash mengatakan di waktu maghrib) petang tersebut. Karena lokasi projeksi new moon itu berubah-ubah, maka konsekwensinya garis batas tanggal (“international date line/IDL”) bagi pemakai kalender hijriyah akan berpindah-pindah terus setiap bulannya. Oleh sebab itu, jika pada suatu saat IDL terjadi di India, maka jam 01:00am di Mekkah hari senin merupakan jam 05:00am hari MINGGU di Jakarta. Mengapa bisa begitu? karena IDL merupakan garis dimulainya tanggal baru (bayangkan seperti garis start/finish balapan F1). Di sistem GMT, International Date Line tempatnya selalu sama sepanjang tahun: di samudra pasifik. IDL menyebabkan Tahun Baru di Wellington (selandia baru) akan terjadi lebih dahulu dari Tahun Baru di Honolulu padahal Honolulu cuma “lebih ke timur” sedikit ketimbang Wellington.  Nah, kalau balik lagi ke alasan tadi bahwa puasa hari senin karena wukuf hari senin berdasarkan masehi anda sekarang sudah tahu bahwa hari senin di Jakarta BELUM TENTU hari senin di Mekkah berdasarkan sistem Lunar (hijriyah).

Yang tepat adalah: Puasalah berdasarkan tanggal hijriyah, yaitu tanggal 9 Zulhijah. Tidak mengapa Mekkah wukuf hari senin dan kita berpuasa hari selasa berdasarkan Masehi. Karena menuruh sistem lunar (hijriyah) itu masih sama-sama tanggal 9 zulhijah (selama kita konsisten baik hisab ataupun rukyat). Kalau alasannya saya berpuasa hari senin karena menurut hisab (hijriyah) tanggal 9 jatuh pada hari senin, itu alasan yang juga tepat.

Intinya, berpuasalah berdasarkan waktu 9 Zulhijah. Terserah mau hisab atau rukyat. Tapi jangan berpuasa dengan menyamakan hari nya sistem Masehi. Meskipun mungkin sama-sama puasa hari senin, yang satu alasannya ada dasarnya sementara yang satunya lagi ngaco berat.

-----------------------------------
Dikutib dari: Tikita's Blog
 
Facebook
0 Blogger

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa berikan komentar ya gan..