er
Tampilkan postingan dengan label Cerita Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Nasihat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

Berapa Harga Kecantikan?


Hai gan.. Apa kabar semuanya?
Tadi waktu baca-baca artikel saya yang udah lawas, ada artikel menarik. Gak tahu ini dulu dapet dari mana, udah lupa tuh.. Karena saya pikir ini menarik, maka saya pengen share aja neh.. Pokoknya ini adalah sebuah pesan ato sebut aja Surat Cinta dari Wanita Cantik.

Pengen tahu isinya? jadi kayak gini ringkasnya..
Ada seorang cewek cantik yang menulis surat terbuka ke sebuah majalah di Amerika. Tulisannya itu berisi seperti ini:

-------------------------------------------------------------------------------------- 

“Apa Yang Harus Saya Lakukan Untuk Dapat Menikah dengan Pria Kaya?”
Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. Tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. Anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York. Persyaratan saya tidak tinggi. Apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? Apa kalian semua sudah menikah?

Yang saya ingin tanyakan: apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda? Yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York, penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup.
Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:

  • Dimana para lajang2 kaya hang out?
  • Kisaran umur berapa yang harus saya cari? 
  • Kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar? 
  •  Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya? 
  • Bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?

ttd. Si Cantik

--------------------------------------------------------------------------------------

Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Wall Street :
--------------------------------------------------------------------------------------

Saya telah membaca surat mu dengan semangat.  Saya rasa banyak gadis2 di luar sana yang mempunyai pertanyaan yang sama. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi mu sebagai seorang profesional. Pendapatan tahunan saya lebih dari $500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main2 di sini. 

Dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan salah untuk menikahimu.Jawabannya mudah saja, saya coba jelaskan, coba tempatkan “kecantikan” dan “uang” bersisian, dimana anda mencoba menukar kecantikan dengan uang: pihak A menyediakan kecantikan, dan pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal.

Tapi ada masalah disini, kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. Faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun.

Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. Bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial. Jika hanya (kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang. Dari aturan yg kita gunakan di Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi tukar. Jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan yang anda inginkan. mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan di jual atau “disewakan.” Siapa saja dengan penghasilan tahunan $500rb, bukan orang bodoh, kami hanya mau berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saya akan menyarankan agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. Lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan pendapatan $500rb/tahun. Ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya bodoh
 
 
ttd, J.P. Morgan
 
--------------------------------------------------------------------------------------


Cukup menarik jg cerita ini menurut saya.. Sempet ketawa juga seh pas bacanya.

Maka dari itu, saya tidak akan menggunakan "Kegantengan" saya sebagai aset untuk mendapatkan orang yang kaya, tapi saya harus bisa membuat diri saya sendiri menjadi orang yang kaya. Hehe..

Bagaimana menurut Anda?

Jumat, 14 September 2012

Aku Ini Milik Siapa??

Ada seorang wanita sukses dan sholehah bernama Salma.
Dia mempunyai keluarga yang sangat berbahagia dengan suami dan 4 orang anaknya.
Dia cantik berhiaskan jilbabnya, rajin beribadah dan berakhlaq mulia.
Dia juga seorang pengusaha garmen yang berhasil.
Dari keberhasilannya dia sudah membangun masjid.
Dan panti asuhan dengan 150 anak yatim di dekat rumahnya.
Dia tidak pernah terlihat sedih, bahkan ketika anak bungsunya meninggal.

Ada seorang temannya yang bernama Zahrah selalu memperhatikannya, dan bertanya kepadanya:

”Jeng, saya sangat kagum pada Kamu.”

”Kamu itu sangat rajin ibadah, dari sholat wajib, baca quran, puasa sunnah, sholat malam, sholat dluha, selalu tersenyum ramah dan baik kepada setiap orang.”

”Kamu juga mempunyai keluarga yang berbahagia, sabar memberi pelayanan kepada suami dan membimbing dan menyayangi anak-anakmu.”

”Kamu juga seorang pengusaha yang sukses, bisa membangun masjid dan mempuanyai panti asuhan dengan biaya dari usahamu.”

”Jeng...saya ingin seperti kamu, memakai jilbab, rajin ibadah, berakhlaq mulia, punya keluarga yang sangat bahagia, dan sukses dalam usaha...”

”Bahkan waktu perusahaan kamu dibobol maling dan anak bungsu kesayangan kamu meninggal...saya lihat kamu sangat tenang sekali.”

”Kalau boleh tahu Apa KUNCI dari semua itu Jeng...?

Salma tersenyum mendengar penuturan dan pertanyaan Zahrah, kemudia menjawab:

” Zahrah sahabatku....sebenarnya setiap manusia yang memahami dan mengakui Allah sebagai TUHAN harusnya bisa seperti itu..”

” Hanya kebanyakan manusia tidak memahami dan mengakui Allah sebagai TUHAN.”

”Maksudnya Jeng...?”

”Mereka tahu Allah adalah Tuhan Sang PENCIPTA, tetapi kadang tidak memahami bahwa karena SEMUANYA adalah CIPTAAN Allah dan atas KUASANYA berarti SEMUANYA adalah MILIK Allah dan mereka tidak mengakuinya.”

”Saya memakai jilbab....karena rambut saya BUKAN MILIK SAYA SENDIRI, tetapi MILIK Allah.... dan Allah memerintahkan untuk menutupnya di depan orang yang bukan mahram.”

”Saya sholat, puasa, haji, berusaha berbuat baik kepada semua orang....karena DIRI SAYA BUKAN MILIK DIRI SAYA SENDIRI....sehingga saya bebas semau saya....tetapi DIRI SAYA MILIK ALLAH ...saya harus mengikuti semua aturan-aturan-Nya.”

”Saya bersabar melayani suami saya dan mendidik dan menyayangi anak-anak saya walaupun saya sibuk dengan usaha saya.... karena suami dan anak saya BUKAN MILIK SAYA....tetapi MILIK Allah yang diamanahkan kepada saya.”

”Saya mempunyai usaha yang berhasil....bukan karena saya hebat.....tetapi karena Allah telah membukakan pintu rizqi untuk saya....dan itupun MILIK Allah....saya hanya diberi amanah saja.”

”Dan saya mempunyai anak bungsu yang sangat saya sayangi....itupun MILIK Allah....saya tidak berhak menahannya waktu diambil oleh-Nya....karena itu BUKAN MILIK SAYA....dan Allah masih memberikan 3 anak yang lain serta PINJAMAN-PINJAMAN-NYA YANG LAIN ....YANG SANGAT BANYAK...”

Zahrah termenung ....dan tak terasa butiran-butiran air matanya jatuh dan menangis sambil memeluk Salma...
”Selama ini saya tahu Allah sebagai Tuhanku....tetapi saya tidak paham bahwa SEMUANYA ADALAH MILIKNYA....Kita tidak mempunyai apapun di dunia ini...dan saya sering TIDAK MENGAKUI bahwa Allah adalah PEMILIK SEGALANYA.”

”Benar Zahrah ....dan kita berkewajiban mensyukuri semua nikmat PINJAMAN dari ALLAH. Allah berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7:

Dan (ingatlah ), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN

”SESUNGGUHNYA KITA ADALAH MILIK ALLAH ....DAN KITA SEMUANYA AKAN KEMBALI KEPADANYA”

Senin, 03 September 2012

Air Mata Rasulullah

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. "Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii, mmatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi.

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kamis, 30 Agustus 2012

Air Kopi, Gula dan Danau



Ada seorang bijak yang hidup di jaman dahulu kala, dimana beliau dikenal sebagai seorang yang bijaksana oleh masyarakat sekitarnya. Lalu suatu hari datang seorang pria yang merasa hidupnya sial , bermasalah. Dalam keadaan hati yang tak menentu pria ini datang ke orang bijak tersebut. Setelah menceritakan segala keluhannya, si bijak mengajak pria tersebut ke sebuah danau, yang airnya bening segar. Kemudian si bijak ini mengambil air di danau tersebut dua gelas. Terisi yang satu diisi segenggam gula manis. Yang satunya diisi kopi yang pahit. Dan genggaman gula dan kopi yang lain ditaburkan ke danau itu. Setelah itu diberikannya gelas tersebut ke pria itu , dan menyuruh meminumnya.

Berkata si bijak “Bagaimanakah rasa air yang diberikan bubuk kopi itu ?”
Pria “Terasa pahit sekali dan tidak mengenakkan”
Si bijak “Bagaimanakah dengan gelas yang terisi gula itu ? “
Pria “Terasa manis dan menyenangkan “
Lalu si bijak mengajak pria itu mencicipi air yang ada di telaga.
Berkatalah si pria, “Ini hanya tetap terasa air bening yang segar meski kau taburkan genggaman gula dan kopi.”
Berkatalah si bijak, “Itulah kehidupan, ada kalanya kita merasakan kepahitan, ada kalanya kita merasakan kemanisan. Maka bukalah hati kita ini seluas danau nan bening,, sehingga apapun pahit dan manis tetap akan berasa air bening yang menyegarkan. Jadi bersikaplah seperti air danau ini agar masalah teratasi dengan jernih, tenang dan menyegarkan.”

Ahli Ibadah Tergoda Wanita Nakal

Utsman bin ’Afan pernah memberikan ceramah. Dalam ceramahnya beliau berkata:
”Jauhilah oleh kalian minuman keras! Pada zaman dulu ada seorang laki-laki yang rajin ibadah. Suatu saat dia kesiangan pergi ke masjid. Di perjalanan dia bertemu dengan seorang wanita nakal. Perempuan itu meminta kepada pembantunya agar memasukkan laki-laki rajin ibadah itu ke dalam rumahnya dan mengunci pintunya. Di dalam kamar wanita itu telah disediakan arak. Dan di dalam kamar tersebut telah terdapat pula anak kecil.

Wanita itu berkata, “engkau jangan pergi dariku kecuali jika mau melakukan perkara yang saya minta. Apakah engkau akan menegak arak ini, menyetubuhiku, atau membunuh anak ini? Jika engkau tidak melakukan salah satu dari pilihan ini, saya akan berteriak dan berkata kepada orang-orang bahwa kamu telah masuk ke dalam kamarku. Siapa nanti yang akan membelamu?”

Laki-laki tersebut bergumam di dalam hatinya, “saya tidak mau menyetubuhi wanita nakal ini. Saya juga tidak mau membunuh jiwa yang tidak berdosa.”
Akhirnya, pilihan dia jatuh pada arak. Demi ALLAH SWT, tidak lama kemudian laki-laki itu – akibat pengaruh dari arak yang diminumnya – tergiur untuk menyetubuhi perempuan tadi dan membunuh anak kecil yang ada di dalam kamar itu.”

Selasa, 07 Agustus 2012

8 Kebohongan Seorang Ibu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. 




(Sebuah cerita yang akan membangkitkan rasa syang dan cinta kita kepa Ibu kita) 

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : 
“Makanlah nak, aku tidak lapar” ——— KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA 

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ——— KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA 

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ——— KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA 

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudahselesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
“Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT 
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.
Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihatkondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada disebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :
“Saya tidak butuh cinta” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA 

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :
“Saya punya duit” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM 

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksudmembawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku
“Aku tidak terbiasa” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH 

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata:
“Jangan menangis anakku. Aku tidak kesakitan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. 

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu... ”